Etika sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Etika biasanya terbentuk karena kesepakatan dan secara tidak langsung menjadi batasan dalam bersikap dan berperilaku. Etika bukan merupakan aturan tertulis karena biasanya hanya menjadi kesepakatan dan berlaku hanya terbatas pada kalangan tertentu. Biasanya etika tidak bisa di pukul sama rata karena setiap komunitas atau profesi biasanya memiliki etika tersendiri yang menjadi tolak ukur anggotanya dalam bersikap.
Beberapa contoh etika dalam profesi IT:
- Jika ada orang yang mempunyai skill IT yang baik dan kemudian dengan skill-nya dia melakukan transfer uang dari bank account yang bukan miliknya, maka orang ini sudah dikatakan melanggar etika keprofesionalan IT.
- Atau jika ada orang yang melakukan penyerangan terhadap sistem komputer tertentu dengan memasukkan’ virus. Ini sudah melanggar etika pula.
- Jika di salah satu perusahaana ada seseorang yang membangun suatu sistem. Tapi dikarenakan lingkungan kerja tidak men-support dia, maka dia mulai melakukan suatu ‘kerusakan’. Contoh paling mudah adalah meninggalkan pekerjaannya tanpa dokumentasi apapun, makin parah jika dia sengaja mengacaukan sistem sebelum kepergiannya. Bagi orang-orang yang ditinggalkan termasuk para user, mereka akan sangat dirugikan. Pertama karena tidak adanya dokumentasi, knowledge sharing, sehingga tidak ada satu pun yang mengerti bagaimana sistem bekerja. Dan jika ada masalah pada lapangan, tidak ada seorang pun yang bisa memperbaikinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar